MANFAAT PEMERIKSAAN FISIK THORAX | Palpasi |Perkusi|Auskultasi |

PEMERIKSAAN FISIK THORAX

DIkutip Dari :http://intansetyanti26.blogspot.com

Pemeriksaan Thorax
  1. memperkenalkan diri pada pasien dan jelaskan tindakan yang akan dilakukan *minta persetujuan pasien
  2. minta pasien melepas baju, perhiasan, dan alat lain yang terbuat dari logam (misalnya, ikat pinggang)
 

Pemeriksaan Thorax saat pasien duduk
 
Inspeksi
  • melihat bentuk dada anterior dan posterior
  • melihat ada tidaknya deviasi
  • melihat ada tidaknya bendungan vena pada dinding dada
 
Palpasi
 
NOTE : Mulai dari palpasi hingga auskultasi, Posisi kedua skapula harus dalam keadaan terbuka untuk memperluas lapang pemeriksaan. *minta pasien untuk meletakkan kedua tangannya pada bahu
 
  • membandingkan gerakan dada posterior kanan – kiri
  • merasakan fremitus taktil suara dengan cara meminta pasien mengucapkan “tujuh – tujuh”

posisi kedua tangan pada pemeriksaan dada posterior :

 
fig0204.jpg (11356 bytes)
 

 

 
Perkusi
 
Tujuan dari perkusi adalah berusaha menangkap getaran suara yang dihasilkan dari phalange (tulang jari). ada beberapa jenis suara yang mungkin dihasilkan dari perkusi
 
tab0201.jpg (16009 bytes)
 
 
NOTE : Jurnal Kedokteran di Indonesia menggunakan istilah dull sebagai “pekak”, karena itu pekak hati bukan di terjemahkan menjadi liver flatness melainkan liver dullness.
 
Prosedur perkusi
 
  • Tempatkan jari pleksimeter pada dinding dada yang akan diperiksa *untuk menghasilkan bunyi perkusi yang lebih keras, tekan jari dengan kuat. Cara ini lebih baik daripada melakukan pengetukan lebih keras
 
 
fig0206.jpg (9521 bytes)
  • pada tangan lainnya, lakukan pengetukan tanpa pergerakan siku (lakukan pengetukan dengan cepat dan seperti refleks)
fig0207.jpg (8429 bytes)
  • pengetukan dilakukan di bagian paling ujung (pada gambar), kemudian pindahkan jari dengan cepat agar getaran tidak teredam.
 
fig0208.jpg (9433 bytes)
 
 
 
Pemeriksaan :
  • membandingkan bunyi perkusi paru kanan dan kiri secara berurutan
 
 
fig0210.jpg (16784 bytes)
  • menentukan batas bawah paru
 
fig0205.jpg (28836 bytes)
 
 
NOTE (secara normal : orang Indonesia batas bawah pulmo dextra posterior terletak sejajar dengan processus spinosus thoracal IX atau thoracal X, batas bawah pulmo sinistra posterior terletak sejajar dengan processus spinosus thoracal VIII atau IX)
 
 
 
Auskultasi
Auskultasi dinding dada posterior kurang kuat terdengar dibandingkan auskultasi anterior. (kecuali di triangle of auscultation) walau begitu biasanya, pemeriksaan ini tetap dilakukan oleh para dokter muda.
 
 
 
Posisi steshoscope sewaktu auscultasi adalah sama seperti pada palpasi fremitus suara
 
 
Auskultasi pada pernafasan normal :
 
 
 
Pemeriksaan yang dilakukan sewaktu pasien berbaring
ada dua jenis pemeriksaan yang dilakukan sewaktu pasien berbaring, yaitu :
  1. Pemeriksaan Paru anterior
  2. Pemeriksaan Jantung
 
1. Pemeriksaan Paru Anterior
 
Inspeksi
  • melihat keadaan sela iga sewaktu bernafas (secara normal : sela iga akan ekspansi atau meregang saat inspirasi dan kembali ke posisi semula sewaktu ekspirasi)
 
Palpasi
  • membandngkan gerakan dinding dada sewaktu bernafas
  • merasakan getaran fremitus suara
 
Posisi kedua tangan sewaktu palpasi thorax anterior
 
 
fig0203.jpg (10384 bytes)
 
Perkusi
  • membandingkan bunyi perkusi paru kanan – kiri anterior secara berurutan
fig0209.jpg (12045 bytes)
 
 
  • menentukan batas paru – hepar
perkusi dilakukan di sepanjang garis midklavikula dextra. Batas paru hepar ditentukan setelah terjadi perubahan suara dari sonor ke pekak
 
 
  • menentukan batas paru – lambung
perkusi dilakukan di sepanjang garis axilla anterior sinistra. Batas paru – lambung ditentukan setelah terjadi perubahan suara dari sonor ke timpani. (secara normal : batas paru – lambung orang Indonesia berada di Intercostae VII atau intercostae VIII)
  • menentukan batas peranjakan paru
perkusi dilakukan di batas paru – hepar. setelah pasien diminta untuk menahan nafas, batas paru- hepar yang semula berbunyi perkusi “pekak” akan berganti menjadi “sonor”. Perkusi dilanjutkan sampai ditemukan batas paru – hepar yang baru, kemudian tentukan seberapa besar batas peranjakan paru. (secara normal : batas peranjakan paru adalah 2 cm atau sebesar 2 jari orang dewasa)
 
 
Auskultasi
  • membandingkan bunyi nafas dasar paru anterior dan bronkial pada pasien
 
fig0212.jpg (5248 bytes)
 
 
 
 
fig0213.jpg (4922 bytes)
 
 
2. Pemeriksaan Jantung
 
Inspeksi
  • Melihat ada tidaknya bendungan vena pada dinding dada
  • Melihat pulsasi iktus cordis
 
Palpasi
  • mencari pulsasi iktus cordis (secara normal : iktus cordis terletak di garis midklavikula sinistra Intercostae V)
  • denyut jantung dapat dihitung pada iktus cordis (walaupun cara ini tidak lazim dilakukan)
 
Perkusi
  • menentukan batas kanan jantung
Batas kanan jantung ditentukan setelah batas paru hepar ditemukan
 
  • menentukan batas kiri jantung
Batas kiri jantung ditentukan setelah batas paru – lambung ditemukan
 
 
Auskultasi
 

mendengarkan bunyi jantung I (saat katup mitral dan trikuspidal menutup) dan bunyi jantung 2 (saat katup aorta dan pulmonal menutup) pada masing – masing katup jantun

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: