Prediabetes I Gejala Prediabetes

Prediabetes adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah (glukosa) lebih tinggi dari nilai normal, tetapi belum cukup tinggi untuk masuk ke dalam kategori diabetes. Kondisi prediabetes yang terus berkelanjutan tanpa penanganan yang memadai dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

 

Apa penyebabnya ?

prediabetes

prediabetes

Penyebab pasti pradiabetes belum diketahui, meskipun para peneliti telah menemukan beberapa gen yang terkait dengan resistensi insulin. Kelebihan lemak, terutama lemak perut, dan aktivitas juga tampaknya menjadi faktor penting dalam perkembangan pradiabetes.

 

Pada prediabetes, tubuh menjadi resisten terhadap kerja insulin dan tidak mampu “membersihkan” atau mengambil gula dari aliran darah seperti yang seharusnya. Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari nilai normalnya dan jika berlangsung lama maka risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke meningkat.

 

 

Apa gejalanya ?

Seringkali prediabetes tidak menunjukkan gejala, namun warna gelap pada area kulit di beberapa bagian tubuh seperti leher, ketiak, siku, lutut, dan buku-buku jari dapat menjadi gejala seseorang memiliki risiko diabetes. Beberapa gejala lain yang merupakan gejala klasik diabetes tipe 2 meliputi:

– Sering merasa haus

– Sering  buang air kecil

– Kelelahan

– Penglihatan kabur

 

Bagaimana cara mendiagnosisnya ?

 

Untuk memastikan seseorang terkena prediabetes adalah melalui pemeriksaan :

– Gula darah puasa

– Gula darah 2 jam setelah makan

– HbA1c

 

 

Bagaimana pengobatannya ?

 

Gaya hidup sehat seperti pola makan sehat dan memperbanyak aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah pada kondisi prediabetes. Obat diabetes biasaya diberikan dokter jika kondisi prediabetes terus memburuk dan penyandang prediabetes berisiko tinggi diabetes.

 

 

Bagaimana pencegahannya ?

 

Prediabetes maupun diabetes tipe 2 serta segala komplikasinya dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, yakni :

– Menurunkan berat badan (bagi mereka yang kegemukan) sebesar 5-10% (± 5 kg untuk individu dengan berat badan 90 kg)

– Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang

– Melakukan latihan fisik intensitas sedang selama 30-60 menit per hari atau sekurang-kurangnya 4 hari dalam seminggu

– Pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter secara berkala

 

 

Apa saja dampak buruknya ?

 

Prediabetes yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko komplikasi berikut:

– Tekanan darah tinggi

– Kolesterol tinggi

– Penyakit Jantung

– Stroke

– Penyakit Ginjal

– Kebutaan

– Amputasi

 

Sumber : Prodia.co.id

  1. Thank u tipsnya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: