D-dimer, past present and future*

D-dimer muncul akibat pembentukan bekuan dan lisisnya bekuan darah, karena dalam keadaan normal terjadi degradasi fibrin. Bila D-dimer terdapat dalam darah maka sering dipakai sebagai indikator terjadinya disseminated intravasculair coagulation (DIC). Hasil tes ini lebih sensitif dibandingkan dengan pemeriksaan Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Test(APTT). D-dimer negatif juga dapat dipakai untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya venous thrombosis sehingga mengurangi biaya pemeriksaan, perawatan dan uji invasive seperti pulmoangiografi.

D-dimer, past present and future

D-dimer sebenarnya sangat sensitif tapi spesifisitasnya rendah maka meningkatnya kadar D-dimer tidak menyingkirkan kemungkinan terjadi venous thrombosis. Pada orang sehat, faktor procoagulansia dan anti koagulasi berada dalam keseimbangan. Gangguan keseimbangan dapat menimbulkan risiko terjadinya vonous thrombosis atau perdarahan. Terjadinya aktivsi proses pembekuan darah seperti kerusakan endotel, keganasan, kehamilan, tindakan operasi, acute respiratory distress syndrome dan trauma akan memicu meningkatnya kadar D-dimer. Hasil negatif palsu dapat terjadi pada pasien yang memakai antikoagulansia. Hasil negatif palsu juga terdapat pada mereka yang dirawat lebih dari 3 hari, usia lebih dari 60 tahun dan kadar C reactive protein (CRP) yang tinggi.

Tendensi masa depan penggunaan D dimer dapat dipakai sebagai alat prediksi beratnya proses koagulopatia, dan peradangan. Kini bahkan telah menjadi sarana pemeriksaan fibrilasi atrial, pemakaian antikoagulasia dan penyakit jantung lainnya seperti infark miokard, stroke dan pneumonia. Hanya sayangnya belum terdapat keseragamannilai normal seperti: ng/ml, kualitatif, mg/l, fibrinogen equivalent units (FEUs), D dimer unit. Agaknya diperlukan nilai/satuan yang dapat diterima oleh sebagian besar pengguna.

Artikel Oleh :

Prof.DR.dr.Adi Prijana,Sp.PK

Penanggungjawab Laboratorium Klinik Pramita Matraman,Jakarta

Sumney M, Whiteman K. Fall 2007: 14-17.

Baca Juga:

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: